Belajar ? Pentingkah ? , Peranan Pembelajaran Dalam Kehidupan - Assalamu'alaikum Wr. Wb. Manusia, itulah sebutannya, makhluk luar biasa yang dianugerahi sejuta kenikmatan, tiada makhluk lain yang melebihinya. Manusia, hanya dialah Makhluk yang diberi akal dan nafsu, hal yang sangat luar biasa bukan ?. Nah, kita sebagai Manusia haruslah bersyukur dengan berjuta kenikmatan yang telah diberikan oleh sang pencipta kepada kita, kita haruslah bersyukur dengan cara mempergunakan nikmat yang telah diberikan dengan sangat baik, terutama nikmat akal kita.
James Sidis - Ilmuwan Hebat yang Terlupakan
James Sidis terlahir dengan nama lengkap William James Sidis pada tanggal 1 april 1898 Di Amerika Serikat, James Sidis merupakan manusia paling jenius yang pernah ada di muka bumi dengan IQ (tingkat Kecerdasan) di atas 250-300. Kejeniusannya mengalahkan Da Vinci, Einstein,Newton dan ilmuwan lainnya. Nama James Sidis nyaris luput dari hingar bingar pemberitaan tentang para jenius di jagat ilmu pengetahuan.
Categories:
Sains
Ahmed Mohamed, Bocah Jenius Buat Jam, Eh, Dikira Bom
menggapailangit.com - Ketika Ahmed Mohamed, pergi ke sekolahnya di MacArthur High School, Irving, Texas, remaja Muslim ini begitu bersemangat. Bermimpi menjadi seorang teknisi, pagi itu Ahmed ingin menunjukkan jam digital yang dia rakit dari kotak pensil kepada gurunya.
Namun, bukan pujian yang diterima remaja Muslim berusia 14 tahun ini, melainkan borgol yang mengikat tangannya setelah petugas sekolah menelepon polisi karena mengira Ahmed membawa bom ke sekolah.
"Saya merakit sebuah jam agar guru saya terkesan. Tapi ketika saya menunjukkan padanya, dia pikir itu ancaman baginya," kata Ahmed dalam konferensi pers di halaman rumahnya pada Rabu (16/9),
"Saya sangat sedih karena dia salah mengira," kata Ahmed melanjutkan.
Namun, bukan pujian yang diterima remaja Muslim berusia 14 tahun ini, melainkan borgol yang mengikat tangannya setelah petugas sekolah menelepon polisi karena mengira Ahmed membawa bom ke sekolah.
"Saya merakit sebuah jam agar guru saya terkesan. Tapi ketika saya menunjukkan padanya, dia pikir itu ancaman baginya," kata Ahmed dalam konferensi pers di halaman rumahnya pada Rabu (16/9),
"Saya sangat sedih karena dia salah mengira," kata Ahmed melanjutkan.
