Belajar ? Pentingkah ? , Peranan Pembelajaran Dalam Kehidupan

Belajar ? Pentingkah ? , Peranan Pembelajaran Dalam Kehidupan - Assalamu'alaikum Wr. Wb. Manusia, itulah sebutannya, makhluk luar biasa yang dianugerahi sejuta kenikmatan, tiada makhluk lain yang melebihinya. Manusia, hanya dialah Makhluk yang diberi akal dan nafsu, hal yang sangat luar biasa bukan ?. Nah, kita sebagai Manusia haruslah bersyukur dengan berjuta kenikmatan yang telah diberikan oleh sang pencipta kepada kita, kita haruslah bersyukur dengan cara mempergunakan nikmat yang telah diberikan dengan sangat baik, terutama nikmat akal kita.


Sering kali kita mendengar pelajar zaman now mengeluh beralasan lelah karena belajar, hal itu tidak seharusnya terjadi. Memang, belajar awalnya akan terasa berat ketika dijalani, namun seharusnya kita tidak menyerah begitu saja, karena

"Jika anda tidak mau merasakan beratnya belajar, anda harus merasakan pedihnya kebodohan".

Belajar adalah suatu proses, proses manusia meningkatkan kualitas dirinya dengan ilmu, proses manusia mengetahui dunia, proses berkembangnya manusia.

Belajar terasa pedih di awal, namun seterusnya anda akan dibuat ketagihan olehnya, anda akan merasakan belajar itu seperti coklat.

Belajar itu saya ibaratkan seperti seseorang memakan sambal, pertama kali dia memakannya, ia akan merasakan pedas luar biasa yang sedikit menyiksa, namun lama kelamaan orang tersebut ketagihan dengan sambal, semakin dia memakannya, semakin ia ingin memakannya lagi.

Sesuatu yang sangat memilukan ialah, sekarang banyak pemuda pemudi Indonesia yang menganggap belajar adalah sesuatu yang sangat buruk untuk dilakukan, terkesan mengerikan dan mimpi buruk. Saya harap, artikel ini kedepan akan memotivasi anda para pemuda pemudi indonesia agar dapat belajar dengan tenang, menganggap belajar adalah sebuah hobi yang terus menerus dilakukan.

Sekarang kita lihat lingkungan sekitar, banyak sekali pemuda pemudi indonesia yang terjerat dalam Sex bebas, Narkoba, Rokok, Tawuran, Balapan liar, pembegalan dan penyakit penyakit sosial lainnya.

Apakah mereka tidak bisa berpikir ? Apakah otak mereka mati ? Apakah mereka tidak diramut ?, Jawabannya adalah TIDAK, Mereka semua masih bisa berpkir, masih bisa menseleksi mana yang baik mana yang buruk. Namun, mereka terjerat dalam suatu perangkap yang sangat besar berkedok tali persaudaraan, konco dewe, wedhian, respect dan hal hal lain yang mirip. Aslinya mereka telah berpikir kalau Sex bebas, Narkoba, Rokok, Tawuran, Balapan liar, pembegalan adalah hal yang salah, namun mereka akhirnya melakukannya karena merasa 'ada temannya', dan yang menjadi masalah ialah, mereka yang sudah rusak merayu dan membujuk mereka yang masih baik, dan lagi lagi bekedok tali persaudaraan, konco dewe, wedhian, respect . Sungguh sangat memilukan sekali.

Pemuda zaman sekarang kebanyakan hanya akan melakukan hal yang kelihatan efeknya dalam jangka pendek, itulah salah satu hal yang menyebabkan mereka melakukan Sex bebas, Narkoba, Rokok, Tawuran, Balapan liar, pembegalan dan penyakit penyakit sosial lainnya, karena menurut mereka, semua itu nikmat jika dilakukan, namun celakanya mereka tidak memikirkan efek jangka panjangnya yang sangat buruk, tercela, biadab, dan terkutuk. dan itu pula yang menyebabkan pemuda sekarang malas sekali belajar, karena mereka memandang belajar adalah suatu hal yang tak berguna, dan celakanya lagi, mereka tidak memandang efek jangka panjang dari belajar yang sangat mulya dan terpuji serta bermanfaat bagi umat manusia.

Belajar adalah sesuatu yang nikmat. Dengan belajar, derajat manusia ditinggikan. Dengan belajar, seseorang akan lebih bermanfaat. Dengan belajar, KITA DAPAT MERUBAH DUNIA. Semua tokoh dunia itu sukses berkat suatu proses yang disebut belajar. Kita telah mengenal Einstein, Newton, dan Archimedes, mereka semua sukses besar dan dikenang dalam dunia ilmu pengetahuan khusunya, karena belajar. Tidak ada seorangpun yang tiba tiba bahagia jika dia tidak pernah belajar, tidak ada ceritanya.

Belajar bukanlah hal yang dilakukan dengan duduk di depan meja dengan ballpoint ditangan serta menulis rumus - rumus yang rumit, belajar bukanlah kita harus mendapat nilai 100 di sekolah.....................

Perlu dicamkan bahwa...............

Belajar adalah hal yang sangat menyenangkan, belajar adalah sesuatu yang sangat ringan dilakukan, belajar tidak harus berada di depan meja, kita dapat belajar dimanapun dan kapanpun, belajar tidak ada yang sia sia, belajar merubah orang menjadi sangat mulia, belajar adalah hobi, dan hobi anda adalah belajar, entah itu hobi anda adalah melukis, merakit sesuatu, ngeblog, itu semua adalah suatu proses pembelajaran, belajar bukanlah kita harus meraih nilai 100 di sekolah, belajar adalah suatu proses ketika kita mengembangkan skill kita, meningkatkan kemampuan kita, itulah yang disebut belajar, dan sekali lagi belajar adalah suatu yang sangat menyenangkan.

Saya ada cerita................

Saya mempunyai seorang teman di sekolah yang sama dengan saya, sebut saja namanya L. Dia adalah seorang yang sangat berprestasi. Dia tidak begitu mahir di sekolah, dia tidak menonjol di satupun mata pelajaran di sekolah. dia memang tampak biasa saja di sekolah, namun satu hal yang membuatnya menjadi luar biasa ialah, dia ketika dirumah selalu belajar, selalu belajar untuk mengembangkan skillnya, terus mengembangkan kemampuan yang dia miliki. Dan perlu diketahui, dia adalah inovator dari Helm berpendingin yang dapat meregut juara dalam suatu kompetisi bergengsi internasional yakni IEYI 2014, dia telah berhasil mengantongi dua sertifikat juara tingkat Internasional.

Dari cerita diatas dapat disimpulkan bahwa .................

Belajar tidaklah harus mendapatkan nilai 100 di sekolah, kita cukup menggunakan belajar terfokus pada hal yang kita sukai dan yang merupakan kelebihan kita. Ketika anda menyukai elektro, dedikasikan waktu anda untuk belajar elektro. Jika anda menyukai seni lukis, dedikasikanlah waktu anda untuk belajar melukis. Dan jika anda menyukai menulis, Dedikasikanlah waktu anda untuk belajar menulis. Itulah belajar, kita tidak harus mahir dalam suatu kurikulum yang ditetapkan pemerintah, kita cukup mendedikasikan waktu kita pada apa yang menjadi kelebihan kita, karena jika kita memaksa untuk mahir dalam kurikulum yang ditetapkan pemerintah, kita akan menjadi kelinci percobaan pemerintah.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat di dunia dan di akhirat. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

0 comments: